KEITH RICHARDS : GITARIS LEGEND YANG NYARIS MATI TAPI GAGAL
Kalau Mick Jagger itu ibarat cahaya panggung yang gemerlap, maka Keith Richards adalah asap rokok, suara serak, dan dentuman gitar yang bikin hati ikut berdetak. Dia bukan cuma gitaris Rolling Stones dia adalah roh liar rock n' roll itu sendiri.
Satu hal yang pasti: Keith Richards itu legenda yang susah mati. Bukan metafora dia literally pernah kecelakaan mobil, overdosis, ditangkap polisi, dan bahkan jatuh dari pohon... tapi tetap hidup dan main gitar seolah nggak pernah kejadian.
Blues, Gitar, dan Kakek yang Inspiratif
Kecintaan Keith sama musik dimulai sejak kecil. Dia dibesarkan oleh kakeknya, Gus Dupree, seorang musisi jazz, yang sering pamerin gitar yang disimpan tinggi di atas piano. Kakeknya bilang, “Kalau kamu cukup tinggi buat ambil itu gitar, aku ajarin mainnya.” Dan ya, Keith numpuk bantal tiap hari cuma buat bisa ngambil gitar itu.
Semangat keras kepala itulah yang bikin Keith tumbuh jadi musisi sejati. Di usia remaja, dia jatuh cinta pada musik blues dari Amerika Muddy Waters, Howlin' Wolf, dan Chuck Berry jadi idolanya. Dari sanalah dasar musik The Rolling Stones dibangun.
Saudara Sekaligus Rival Mick Jagger
Keith ketemu lagi dengan Mick Jagger di stasiun Dartford tahun 1962. Dari obrolan soal musik blues dan piringan hitam, mereka jamming bareng dan ngebentuk The Rolling Stones.
Tapi hubungan mereka nggak pernah mulus. Mereka sahabat, musuh, rekan kerja, dan rival dalam satu tubuh band. Keith pernah bilang, “Mick itu kadang annoying banget,” dan bahkan manggil dia Your Majesty karena dianggap terlalu bossy. Tapi, anehnya, mereka tetap bareng. Mungkin emang butuh ketegangan kayak gitu buat bikin musik yang jujur dan gila.
Gaya Rockstar Sejati
Coba lihat Keith Richards era akhir ’60-an sampai ’70-an: rambut acak-acakan, rokok nempel di bibir, gitar slung rendah, dan baju yang kayak habis ngerampok butik glam rock. Tapi justru itulah yang bikin dia simbol cool tanpa usaha. Bahkan Johnny Depp bikin karakter Jack Sparrow di Pirates of the Caribbean berdasarkan Keith!
Satu quotes yang paling ngegambarin dia:
“Kalau gue suka baju lo, dan gue bilang itu keren, kadang lo bakal ngelepas itu baju dan ngasih ke gue. Gue nggak maksa gue cuma jujur.”
Narkoba, Skandal, dan “Nyaris Mati Tapi Gagal”
Keith nggak pernah jauh dari skandal. Tahun ’70-an dia ketangkep bawa heroin di Kanada dan hampir dipenjara lama. Tapi dia lolos (lagi). Dalam kecelakaan mobil, ditemukan LSD di jaketnya. Tapi dia tetap manggung, tetap main gitar, dan tetap jadi tulang punggung Rolling Stones.
Orang suka bilang: Keith Richards udah pernah ngalahin maut lebih dari satu kali.
Soul, Gitar, dan “Rasa”
Keith itu bukan gitaris teknikal yang pamer skill. Tapi mainannya punya rasa, groove, dan nyawa. Dari riff Satisfaction, Jumpin’ Jack Flash, sampai Start Me Up semuanya keluar dari tangannya. Bahkan waktu dia bikin album solo Talk Is Cheap di 1988, banyak yang bilang itu lebih “Rolling Stones” daripada album Stones saat itu.
Dia juga bisa nyanyi dengan suara serak-serak bourbon dan nulis lagu yang penuh emosi. Beberapa lagu paling jujur Stones justru keluar dari sisi Keith.
Keith Hari Ini: Masih Gitaran, Masih Bikin Orang Iri
Sekarang Keith Richards udah masuk usia 80-an, tapi masih manggung bareng Mick. Masih main gitar, masih ngerokok, dan kadang masih curhat soal politik dan hidup. Kalau ditanya kenapa dia masih terus main musik, dia cuma bilang:
“Gue gak tahu cara lain buat hidup. Musik itu bukan kerjaan ini napas gue.”
Keith Richards Nggak Bisa Digantikan
Ada banyak gitaris hebat di dunia. Tapi Keith Richards itu bukan sekadar pemain gitar dia ikon budaya, attitude, dan simbol keteguhan. Dia bisa aja kelihatan urakan dan ngawur, tapi dia tahu persis siapa dirinya, dan dia gak pernah pura-pura.
Kalau suatu hari Rolling Stones harus berhenti, banyak yang percaya: kalau Mick Jagger pergi, band-nya mungkin bubar. Tapi kalau Keith Richards yang pergi... mungkin dunia musik bakal kehilangan separuh jiwanya.
Kalau kamu penggemar rock klasik, atau cuma penasaran gimana bisa ada orang sebadass Keith Richards, coba dengerin ulang Paint It Black, Beast of Burden, atau You Got the Silver. Lalu bayangkan: lagu-lagu itu lahir dari tangan seseorang yang berkali-kali “nggak jadi mati.”

Comments
Post a Comment